Forum Anak Desa dan Sanggar Tari Desa Balida Gelar Outbound Camp di Loksado
- Jan 14, 2025
- Muhammad Ramli
- Seni BUdaya
Desa Balida - Peserta FAD (Forum Anak Desa) dan Sanggar Seni Balida Satria, mengawali tahun 2025 dengan melakukan wisata bersama ke lokasi obyek wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (2/1).
Rombongan wisata ini diikuti guru tari Siti Rahmah dan Kades Balida, Sahridin, serta pengurus Pokdarwis Racah Mampulang.
Dalam kegiatan wisata itu diselipkan sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS, TBC dan malaria. “Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
masyarakat dan pemuda Desa Balida bahayanya penyakit tersebut yang dapat menular,” ujar Kades Balida, Sahridin.
Selain itu, melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami cara penularan, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit ini.
Setelah sosialisasi para peserta menikmati dan langsung mencoba wahana yang ada di wisata tersebut.
Di tempat tersebut terdapat All Outbound Camp Loksado, juga tersedia tenda dengan fasilitas pendukungnya untuk 3 orang. Tarifnya bervariasi dari Rp200 ribu hingga 500 ribu per malam.
Anggota Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) Racah Mampulang Balangan mencoba terjun langsung ke wisata tersebut dan mencoba wahana perahu karet yang disediakan oleh panitia.
"Apalagi di sini banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. Selain bamboo rafting dan mandi sepuasnya di Sungai Amandit yang indah, kita juga dapat mengunjungi pemandian air panas Tanuhi, air terjun haratai dan air terjun kilap api," ucap Diki, seorang pokdarwis.
Objek wisata Loksado berjarak 42 kilometer dari Kota Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jalannya cukup menantang dengan kontur berbukit dan tanjakan serta turunan
Wisata di Loksado memiliki istilah lokal “balanting paring” yang memiliki arti arung jeram menggunakan rakit dari bambu. Kegiatan ini adalah budaya penduduk setempat.
Dengan mengunakan lanting bambu dan ban karet, wisatawan bisa menyusuri Sungai Amandit dan menikmati alam asli Loksado lebih dekat. Setiap naik rakit bambu dan ban karet, 1 wisatawan akan didampingi oleh 1 orang pemandu profesional. Jadi pasti aman.
Selain bermain arung jeram, disediakan juga tempat menginap homestay di rumah warga. Selain itu juga ada tenda yang disewakan dengan spot menginap yang memberikan pemandangan indah untuk menikmati suasana alam dan aliran sungai Amandit.